“Apa sih yang kamu suka dari dia?” begitu mereka selalu bertanya kepadaku.
Namun aku hanya tertawa dengan muka
merona merah.
Tahukah kalian,
Aku pernah berada disuatu masa
Saat hati terasa begitu hampa
Berdoa hanya pada Sang Pencipta
Memohon untuk merasakan cinta
Jika hati memiliki frekuensi
Aku rasa kita berada dalam frekuensi yang
sama
Sehingga dengan mudahnya aku menangkap
radarnya
Saat ini,
Biarlah begini adanya
Aku tidak ingin memaksa hatiku untuk
berhenti menyukainya
Bukankah aku juga berhak untuk bahagia?
Terimakasih pada Semesta,
Atas pertemuan yang tak terduga
Entah bagaimanapun akhirnya
Terimakasih karena kau pernah ada

0 komentar:
Posting Komentar