Bismillahirohmanirrohim,
Kali ini saya akan menuliskan perjalanan umroh kami selama 9
hari (12 Desember 2016 – 20 Desember 2016) bersama Arminareka Perdana.
Sebenarnya keputusan untuk umroh tergolong cepat. Ini seperti doa yang dikabulkan oleh ALLAH, karena di
awal tahun 2015 saat saya dan adik mengurus passport, ibu berkata jika ada
rejeki lebih Insyaallah kita akan berangkat umroh. Dan Alhamdulillah itu semua
terwujud pada akhir 2016. Persiapan dokumen, suntik vaksin hingga manasik Umroh
tergolong cepat dan Alhamdulillah berjalan lancar. Sebelum berangkat pun
rasanya masih belum percaya bahwa kami akan ke Tanah Suci secepat ini. Rasanya
diri ini masih belum pantas, karena melihat ibadah yang masih belum sempurna. Kami
berangkat berbekal niat dan pasrah kepada ALLAH agar diberi perlindungan hingga
kembali ke Tanah Air kembali.
12 Desember 2016 (Surabaya – Jeddah – Madinah)
Hari keberangkatan pun
telah tiba, ini merupakan hadiah paling membahagiakan diumur yang ke 26 tahun.
Hanya bisa berkata Alhamdulillah, senangnya sudah tidak bisa lagi diungkapkan.
Sesuai arahan dari
travel kami diharuskan berkumpul di Juanda pukul 05.00, dan rencanaya akan take
off pukul 09.30 dengan GA 984. Namun kenyataannya kami baru berangkat kurang
lebih pukul 13.30 karena delay. Sabar ya, ini ujian sabar dari ALLAH.
Perjalanan menuju Jeddah berlangsung selama 10 Jam kami tiba kira-kira pukul
20.30 waktu setempat. Setelah mengurus proses imigrasi dan pengambilan koper,
kami melanjutkan perjalanan menuju Madinah kira-kira ditempuh perjalanan darat
selama 5 jam. Sebagai informasi saja, Indonesia menunjukkan waktu lebih cepat 4
jam dibandingkan dengan Saudi Arabia.
13 Desember 2016 (Madinah)
Ya Nabi Salam Alaika..
Memasuki Madinah tak lupa kami berdoa dan
memberikan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Sungguh saat memasukinya hati terasa
tentram karena Madinah adalah tanah haram atau tanah suci selain Mekkah. Nabi
memang sangat mencintai kota ini. Beliau menghabiskan kurang lebih 10 tahun
sisa hidupnya dan meninggal di Madinah. Saking cintanya Nabi terhadap Madinah,
Nabi mendoakan keberkahan bagi kota ini. Bahkan Nabi meminta kepada Allah agar
menjadikan keberkahan Madinah dua kali daripada keberkahan yang telah
dilimpahkan pada Mekkah.
Selain dilimpahi
keberkahan, Madinah juga dijamin menjadi kota yang paling aman di dunia.
Kezaliman dan kemaksiatan di kota ini diharamkan. Dan apabila kita mendirikan sholat
di Masjid Nabawi diriwayatkan nilainya lebih baik dari seribu salat di masjid
lainnya kecuali Masjidil Haram Mekkah. Karena sholat di Masjidil Haram Makkah
setara dengan seratus ribu salat di selainnya.
Sholat pertama di
Masjid Nabawi adalah sholat subuh, di Arab adzan subuh ada 2 kali. Adzan
pertama kira-kira pukul 04.30 untuk membangunkan orang-orang yang tidur, dan
adzan kedua sekitar pukul 05.30 untuk melakukan sholat subuh. Sembari menunggu dianjurkan
banyak beristighfar dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kelak di
akhirat kita semua termasuk golongan yang beruntung memperoleh syafaat Nabi
Muhammad SAW. Amin ya Rabb.
Setelah melakukan
shalat fardhu, jemaah melakukan sholat 1 rokaat tanpa rukuk dan sujud, kami
sempat bingung karena tidak tahu sholat apa itu. Setelah bertanya kepada
mutowif (pembimbing umroh) ternyata sholat tsb adalah sholat jenazah atau solat
ghoib, karena setiap hari selalu ada yang meninggal dan disholatkan di Masjid
Nabawi maupun Masjidil Haram. Subhanallah, sungguh beruntung orang yang
mendapatkan kemulyaan disholatkan disana. Acara pada hari ini
bebas saat itu kami manfaatkan untuk beristirahat, jalan-jalan berkeliling
sekitar dan beribadah ke Masjid Nabawi.
Oh iya sebagai
informasi saja disini sebelum memasuki masjid, tas akan diperiksa oleh ranger
di Masjid, entah apa sebutannya untuk wanita bercadar yang menjaga ketertiban
disana. Mereka sudah bisa sedikit bahasa Indonesia karena banyaknya jamaah Indonesia
maupun Malaysia yang kesana.
(bersambung)



0 komentar:
Posting Komentar