Cerita Umroh 2016 (Part 1)

Senin, 02 Januari 2017

Bismillahirohmanirrohim,
Kali ini saya akan menuliskan perjalanan umroh kami selama 9 hari (12 Desember 2016 – 20 Desember 2016) bersama Arminareka Perdana.
Sebenarnya keputusan untuk umroh tergolong cepat. Ini seperti doa yang dikabulkan oleh ALLAH, karena di awal tahun 2015 saat saya dan adik mengurus passport, ibu berkata jika ada rejeki lebih Insyaallah kita akan berangkat umroh. Dan Alhamdulillah itu semua terwujud pada akhir 2016. Persiapan dokumen, suntik vaksin hingga manasik Umroh tergolong cepat dan Alhamdulillah berjalan lancar. Sebelum berangkat pun rasanya masih belum percaya bahwa kami akan ke Tanah Suci secepat ini. Rasanya diri ini masih belum pantas, karena melihat ibadah yang masih belum sempurna. Kami berangkat berbekal niat dan pasrah kepada ALLAH agar diberi perlindungan hingga kembali ke Tanah Air kembali. 

12 Desember 2016 (Surabaya – Jeddah – Madinah)
Hari keberangkatan pun telah tiba, ini merupakan hadiah paling membahagiakan diumur yang ke 26 tahun. Hanya bisa berkata Alhamdulillah, senangnya sudah tidak bisa lagi diungkapkan.
Sesuai arahan dari travel kami diharuskan berkumpul di Juanda pukul 05.00, dan rencanaya akan take off pukul 09.30 dengan GA 984. Namun kenyataannya kami baru berangkat kurang lebih pukul 13.30 karena delay. Sabar ya, ini ujian sabar dari ALLAH. Perjalanan menuju Jeddah berlangsung selama 10 Jam kami tiba kira-kira pukul 20.30 waktu setempat. Setelah mengurus proses imigrasi dan pengambilan koper, kami melanjutkan perjalanan menuju Madinah kira-kira ditempuh perjalanan darat selama 5 jam. Sebagai informasi saja, Indonesia menunjukkan waktu lebih cepat 4 jam dibandingkan dengan Saudi Arabia.



13 Desember 2016 (Madinah)
Ya Nabi Salam Alaika..
Memasuki Madinah tak lupa kami berdoa dan memberikan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Sungguh saat memasukinya hati terasa tentram karena Madinah adalah tanah haram atau tanah suci selain Mekkah. Nabi memang sangat mencintai kota ini. Beliau menghabiskan kurang lebih 10 tahun sisa hidupnya dan meninggal di Madinah. Saking cintanya Nabi terhadap Madinah, Nabi mendoakan keberkahan bagi kota ini. Bahkan Nabi meminta kepada Allah agar menjadikan keberkahan Madinah dua kali daripada keberkahan yang telah dilimpahkan pada Mekkah.

Selain dilimpahi keberkahan, Madinah juga dijamin menjadi kota yang paling aman di dunia. Kezaliman dan kemaksiatan di kota ini diharamkan. Dan apabila kita mendirikan sholat di Masjid Nabawi diriwayatkan nilainya lebih baik dari seribu salat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram Mekkah. Karena sholat di Masjidil Haram Makkah setara dengan seratus ribu salat di selainnya.



Sholat pertama di Masjid Nabawi adalah sholat subuh, di Arab adzan subuh ada 2 kali. Adzan pertama kira-kira pukul 04.30 untuk membangunkan orang-orang yang tidur, dan adzan kedua sekitar pukul 05.30 untuk melakukan sholat subuh. Sembari menunggu dianjurkan banyak beristighfar dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kelak di akhirat kita semua termasuk golongan yang beruntung memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW. Amin ya Rabb.
Setelah melakukan shalat fardhu, jemaah melakukan sholat 1 rokaat tanpa rukuk dan sujud, kami sempat bingung karena tidak tahu sholat apa itu. Setelah bertanya kepada mutowif (pembimbing umroh) ternyata sholat tsb adalah sholat jenazah atau solat ghoib, karena setiap hari selalu ada yang meninggal dan disholatkan di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Subhanallah, sungguh beruntung orang yang mendapatkan kemulyaan disholatkan disana. Acara pada hari ini bebas saat itu kami manfaatkan untuk beristirahat, jalan-jalan berkeliling sekitar dan beribadah ke Masjid Nabawi.

Oh iya sebagai informasi saja disini sebelum memasuki masjid, tas akan diperiksa oleh ranger di Masjid, entah apa sebutannya untuk wanita bercadar yang menjaga ketertiban disana. Mereka sudah bisa sedikit bahasa Indonesia karena banyaknya jamaah Indonesia maupun Malaysia yang kesana. 

(bersambung)

0 komentar: