Tahukah kamu apa yang menjadi beban berat anak pertama?
"Harus bisa menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya."
Sejak kecil nasihat itulah yang selalu ditanamkan oleh kedua orang tuaku.
Aku punya dua orang adik, adik pertama namanya Ayu dan uri maknae bernama Dimas.
Seperti kakak-beradik pada umumnya kami sering bertengkar dan cepat berbaikan.
Pertengkaran dengan Ayu dulu paling sering gara-gara dia pinjam bajuku tanpa bilang, lalu kami membuat perjanjian kalao saling pinjam baju harus bilang!
Itu rules kami, jadi aku sebagai kakak pun juga akan ijin dulu kalau mau pinjam baju adikku.
Hal ini ditujukan agar pas pengen pakai baju itu biar nggak bingung bongkar-bongkar lemari lagi. Hahhaa
Kalau sama adikku Dimas, paling tengkarnya kalau aku naruh makanan di kulkas trus tiba-tiba ilang, duh bisa ribut tuh. hahaha
Kadang kekanakan memang kalau diingat, Namun nantinya pertengkaran-pertengkaran kecil inilah yang akan kita rindukan saat sudah berkeluarga.
Ibuku pernah bilang ke temannya, "anakku yang paling jujur itu Dimas."
Kirain kenape mak gua bilangnya gitu, kadung kita anak-anak ceweknya bapeur.
Eh ternyata ini semua karena adikku Dimas yang paling terbuka masalah asmara lagi deket sama siapa ke Ibuku sedangkan aku dan Ayu tidak begitu. Haahhahaa
Punya adik cewek itu menyenangkannya, dia bisa menjadi teman curhat sekaligus bisa nemenin kemana saja kapanpun dibutuhkan. Usia kami terpaut lima tahun tapi banyak yang mengira kami kembar, bahkan tak jarang orang mengira Ayu adalah kakakku. Hahaha (pas kayak gini ai selalu tertawa puas karena dikira lebih muda)
Adikku lumayan sering ikut kalau aku lagi kumpul sama teman-temanku, jadi tak heran jika temanku adalah temannya dan temannya juga temanku. Hahaha
Ayu sangat aktif di kegiatan kampung, makanya dia terpilih menjadi ketua karang taruna RT dan kelurahan serta aktif di Kelompok Informasi Masyarakat. Makanya tak heran jika banyak orang kelurahan yang mengenalnya, hal ini baru aku ketahui saat menjadi panitia pilpres di Kelurahan kemarin.
Kalau punya adik cowok itu gabisa diharapkan banyak untuk bisa disuruh-suruh, tiap hari kerjaannya nge-game kalo nggak gitu main sama temen-temennya. Jadi emang nggak bisa sedeket kayak kalau sama adik cewek. Yawdahlah ya, asal tiap aku nyuruh dia mau aja udah cukup. hhhh
Untuk prestasi akademik, eopso alias tidak ada. Orang tuaku aja sudah bersyukur adikku mau kuliah. Yah semoga aja bisa lulus dan beneran jadi sarjana.
Yah begitulah sedikit cerita tentang adik-adikku. Percayalah kami bertiga tuh aslinya receh banget kalo lagi ngumpul maupun bersosialisasi dengan saudara maupun tetangga sekitar.
Meskipun kalau kita ngumpul bicaranya pada ngegas kayak berantem, itu adalah love language kami. Semoga kita bertiga bisa tetap rukun selamanya sesuai harapan orang tua. ~♡♡♡
"Harus bisa menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya."
Sejak kecil nasihat itulah yang selalu ditanamkan oleh kedua orang tuaku.
Aku punya dua orang adik, adik pertama namanya Ayu dan uri maknae bernama Dimas.
Seperti kakak-beradik pada umumnya kami sering bertengkar dan cepat berbaikan.
Pertengkaran dengan Ayu dulu paling sering gara-gara dia pinjam bajuku tanpa bilang, lalu kami membuat perjanjian kalao saling pinjam baju harus bilang!
Itu rules kami, jadi aku sebagai kakak pun juga akan ijin dulu kalau mau pinjam baju adikku.
Hal ini ditujukan agar pas pengen pakai baju itu biar nggak bingung bongkar-bongkar lemari lagi. Hahhaa
Kalau sama adikku Dimas, paling tengkarnya kalau aku naruh makanan di kulkas trus tiba-tiba ilang, duh bisa ribut tuh. hahaha
Kadang kekanakan memang kalau diingat, Namun nantinya pertengkaran-pertengkaran kecil inilah yang akan kita rindukan saat sudah berkeluarga.
Ibuku pernah bilang ke temannya, "anakku yang paling jujur itu Dimas."
Kirain kenape mak gua bilangnya gitu, kadung kita anak-anak ceweknya bapeur.
Eh ternyata ini semua karena adikku Dimas yang paling terbuka masalah asmara lagi deket sama siapa ke Ibuku sedangkan aku dan Ayu tidak begitu. Haahhahaa
Punya adik cewek itu menyenangkannya, dia bisa menjadi teman curhat sekaligus bisa nemenin kemana saja kapanpun dibutuhkan. Usia kami terpaut lima tahun tapi banyak yang mengira kami kembar, bahkan tak jarang orang mengira Ayu adalah kakakku. Hahaha (pas kayak gini ai selalu tertawa puas karena dikira lebih muda)
Adikku lumayan sering ikut kalau aku lagi kumpul sama teman-temanku, jadi tak heran jika temanku adalah temannya dan temannya juga temanku. Hahaha
Ayu sangat aktif di kegiatan kampung, makanya dia terpilih menjadi ketua karang taruna RT dan kelurahan serta aktif di Kelompok Informasi Masyarakat. Makanya tak heran jika banyak orang kelurahan yang mengenalnya, hal ini baru aku ketahui saat menjadi panitia pilpres di Kelurahan kemarin.
Kalau punya adik cowok itu gabisa diharapkan banyak untuk bisa disuruh-suruh, tiap hari kerjaannya nge-game kalo nggak gitu main sama temen-temennya. Jadi emang nggak bisa sedeket kayak kalau sama adik cewek. Yawdahlah ya, asal tiap aku nyuruh dia mau aja udah cukup. hhhh
Untuk prestasi akademik, eopso alias tidak ada. Orang tuaku aja sudah bersyukur adikku mau kuliah. Yah semoga aja bisa lulus dan beneran jadi sarjana.
Yah begitulah sedikit cerita tentang adik-adikku. Percayalah kami bertiga tuh aslinya receh banget kalo lagi ngumpul maupun bersosialisasi dengan saudara maupun tetangga sekitar.
Meskipun kalau kita ngumpul bicaranya pada ngegas kayak berantem, itu adalah love language kami. Semoga kita bertiga bisa tetap rukun selamanya sesuai harapan orang tua. ~♡♡♡
Day 11 of 30 Days Writing Challenge | talk about your siblings |
#Day11
#30DaysWritingChallenge


0 komentar:
Posting Komentar