Tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentang kedua orang tuaku. Semakin dewasa semakin jarang aku dan adik-adikku berkomunikasi dengan mereka jadi kalau ngobrol gitu seperlunya.
Aku masih mendingan karena paling cerewet terutama jika ibu sudah beli barang yang kurang berfaedah gitu aku yang paling cerewet ngomeli(kini ku mengerti belanja barang nirfaedah nurun siapa).hahaha
Ibuku ini nggak bisa marah lama sama aku, beda kalo sama adikku (anak yang nomor dua) kalo ibu marah bisa lama nggak ngajak ngomongnya. Entah kenapa bisa gitu padahal adik keduaku ini yang paling berbakti. muehehe
Entah kapan tepatnya aku mulai jarang menceritakan kisahku pada orang tuaku terutama ibuku. Tapi kadang kalau ada kabar tentang teman-temanku ibuku masih sering aku update beritanya, cuma ya nggak sesering dulu ya bisa jadi efek ibuku yang juga sibuk dengan kegiatannya sendiri.
Kalau dengan ayahku memang aku tidak dekat, karena sejak kecil memang lebih banyak bercerita ke ibu. Jadi kadang aku penasaran, bagaimana rasanya bisa dekat dan bercerita dengan seorang ayah tanpa awkward gitu (so sad bukaaann)??
Orang tuaku menikah pada usia muda, saat itu ibuku berusia 23 tahun dan ayahku 24 tahun. Setahun kemudian mereka dikaruniai aku sebagai anak pertama. Tidak mudah menjalani hidup berumah tangga dalam keadaan ekonomi yang terbatas dan memiliki anak.
Merelakan masa muda dan fokus menafkahi keluarga menjadi prioritas mereka, mungkin karena tau betapa susahnya masa-masa itu sehingga kedua orang tuaku belum begitu memaksaku menikah meskipun usiaku sudah menuju kepala 3.
Mereka mendidikku sedari kecil agar terbiasa mandiri sehingga membuatku tumbuh menjadi anak yang tidak terlalu banyak menuntut perhatian karena di usia 5 tahun aku sudah menjadi seorang kakak dan di usia 8 tahun sudah memiliki 2 adik.
Terkadang ada perasaan iri karena perlakuan mereka pada anak kedua dan ketiga semakin lama semakin mengendor, bahkan sampai umur seginipun kadang kalau ijin main/pergi masih saja ketat.hhhh
Berkat didikan orang tua aku mulai memahami bahwa anak pertama terutama wanita memang tidak boleh manja, harus kuat dan mandiri. Prosesnya memang tidak instant karena harus ditempa sejak dini.
Terima kasih ku ucapkan atas kasih sayang yang telah diberikan hingga sampai saat ini, akupun tau terkadang susah menunjukkan rasa sayang orang tua yang kadang salah ditafsirkan anak.
Karena bisa jadi orang tua kita juga sebenarnya memiliki jiwa anak yang belum bertumbuh dengan sempurna namun sudah harus menjadi dewasa. Dengan pemikiran itu kini aku tidak terlalu marah pada mereka jika kadang berselisih pendapat.
Mohon maaf belum bisa berbakti dan membalas semua kebaikan ayah ibu.
Day 5 of 30 Day Writing Challenge | your parents |
#Day5
#30DaysWritingChallenge


0 komentar:
Posting Komentar